Anak yang suka marah biasanya mudah mengalami lepas kendali, menjerit-menjerit, mudah tersinggung karena hal-hal kecil dan ambang frustasinya rendah. Jika Anda ingin anak Anda dapat mengendalikan kemarahan dengan lebih baik, dia harus belajar mengganti perilaku untuk melepaskan energinya yang meluap. Triknya adalah menemukan apa yang cocok untuk anak Anda agar dia bisa belajar mengendalikan luapan emosinya. Misalnya biarkan anak memukuli sansak, mengikuti karate atau memasukkan bola basket ke keranjangnya. Ada yang mengatakan bahwa belajar teknik pernafasan yoga membantu anak mengelola kemarahannya.
Sabtu, 11 Agustus 2012
Kamis, 09 Agustus 2012
Cara Mendidik Anak yang Harus Dihindari
Semua
orang tua merasakan betapa nikmatnya membesarkan buah hati. Kita tidak
bisa membayangkan kegiatan lain yang lebih menantang dan berharga
(sekaligus membuat frustasi) dibandingkan dengan mengasuh anak. Ini
mungkin merupakan peran yang paling berarti yang pernah kita jalankan.
Mulai dari tantangan sehari-hari seperti meminta anak menyikat gigi,
mengatakan "tolong", mengucapkan "terima kasih", atau membereskan tempat
tidur, sampai masalah yang mengkhawatirkan seperti mabuk, seks, atau eating disorder. Membesarkan anak tidak pernah mudah.
Langganan:
Postingan (Atom)